Tampilkan postingan dengan label Fanfic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fanfic. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Agustus 2012

FF My Sadness Life


Annyeong Haseyoo....kali ini saia membawa FF baru (padahal yang lama belum kelar) #plakkk. FF ini saia adopsi dari kisah nyata. Tentu saja dengan sedikit perubahan karakter dan sedikit dibumbui (?). FF angst pertama saia. Happy reading....

MY SADNESS LIFE
Chapter 1 : Me and my hyung

Cast     : Kim Jaejoong
              Kim Heechul
              (masih banyak yang akan menyusul)
Genre  : Angst, family, Hurt
Rated  : T
           
Senja diufuk barat bagai sirine, mengingatkan kala hari beranjak gelap. Seakan mengatakan pada semua makhluk bumi untuk berhenti beraktifitas. Tak terkecuali seorang namja cantik yang kini duduk termenung di kamarnya. Entah berapa lama ia melakukan hal itu. TERMENUNG. Yah...termenung sambil sesekali menyeka lelehan bening yang berusaha keluar dari tempat persembunyiannya.

Hey, ia menangis. Seorang namja menangis? Salahkah? Tak bolehkah seorang namja menangis? Namja juga seorang manusia bukan? Apa salahnya kalau ia menangis? Ia juga bisa merasakan sakit sama seperti yeoja. Ah...kalian pasti ingin mengenal sosok namja cantik itu bukan??? Mari kita kenal lebih dalam sosok cantik namun bagai bunga layu tersebut.

Ia adalah Jaejoong, Kim Jaejoong tepatnya. Usianya baru menginjak 21 tahun. Mahasiswa sebuah universitas ternama, ShinKi University. Ia adalah seorang namja yang tampan namun sekaligus cantik. Tuhan telah menganugerahinya kulit pucat yang bersih tanpa noda, bibir cherry yang mengundang selera, dan mata doe yang sangat indah. Oh, jangan lupakan senyum manisnya yang bisa membuat yeoja atau namja bertekuk lutut melihatnya.

Namun, dibalik sosok cantik nan menawan itu tersimpan sebuah luka. Ah, ani. Tersimpan banyak luka. Bukan luka fisik akan tetapi luka kasat mata yang tak bisa dilihat, namun bisa dirasakan. Dan hanya dirasakan oleh Jaejoong.

Flashback

Tampak sebuah rumah yang sangat sederhana, terbuat dari kayu yang sudah keropos dimakan usia.
“Hyung...hyung...main yuuk!!!” ucap seorang namja kecil berusia 8 tahun.
“Main?? Ehm...boleh. Hyung akan mengajakmu bermain bersama teman-teman hyung asal kau mau mengambil makanan yang tadi dibeli appa” ucap namja cantik namun sedikit menyeramkan.
“Ne, Joongie akan ambilkan untuk Chullie hyung. Tunggu Joongie, ne” namja kecil itu berlari dan masuk ke dalam rumah.

“Ya..Heechul hyung, apa kau serius mengajak adikmu itu bermain bersama kita?” Tanya namja berbadan kekar yang tengah mengunyah lidi (?)
 “Iya hyung, apa tidak merepotkan?” Kali ini namja berambut coklat yang lumayan cantik ikut protes dengan ulah teman sekelasnya itu.

“Kalian pikir aku apa? Baby sitter? Cih, adik??? Sampai matipun dia bukan adikku” Namja bernama Heechul, lebih tepatnya Kim Heechul itu menyeringai sambil menatap tajam teman-temannya.
“Bagaimanapun juga dia tetap adikmu hyung. Benarkan Kangin-ah?”
“Yang dikatakan Teuki itu benar hyung, meskipun kalian tidak satu ayah tapi kalian sekandung” Namja kekar bernama Kangin itu mencoba menasehati Heechul. Namun, agaknya itu sia-sia saja. Terlihat dari urat-urat yang mulai muncul di dahi dan tangannya. Pertanda buruk.

“MWO?? KALIAN BICARA APA, HAH? SEJAK DIA MUNCUL, SEMUANYA BERUBAH. EOMMA LEBIH SAYANG DAN PERHATIAN DENGAN APPA DAN MAKHLUK KECIL MENJIJIKKAN ITU.” Nafas Heechul memburu. Beruntunglah tidak ada benda di sekitarnya. Jika ada, bisa dipastikan semuanya akan hancur.

“Hyung....” Tiba-tiba sebuah suara ceria menginterupsi
“Hmm...mana makanannya?” Tanya Heechul sarkastik
“Ini (menyerahkan bungkusan makanan)...kita main yach” Ucap Jaejoong dengan mata berbinar-binar.
Heechul berpikir sejenak.” Ah, Joongie ini sudah siang. Bukankah Joongie harus tidur siang? Sana...” Heechul menyeret Kangin dan Leetheuk pergi meninggalkan Jaejoong. Jaejoong hanya berdiri mematung tanpa sempat berkata-kata. Akhirnya ia memilih bermain sendiri di dalam rumah, dengan perasaan sedih tentunya.

3 tahun kemudian

“Eomma belikan Joongie baju baru ne. Joongie tidak punya baju baru untuk natal bulan depan” Jaejoong merajuk
“Joongie chagy sabar ya, uang ini untuk membelikan Heechul hyung baju dulu. Joongie kan masih kecil. Nanti kalau appa punya uang, Joongie pasti eomma belikan baju.” Mrs. Kim berusaha untuk menguatkan sang anak. Wanita berumur tiga puluan itu sangat memahami tabiat anak sulungnya. Jika ia tidak didahulukan, maka dapat dipastikan ia akan ngambek dan tak mau bicara.
“Tapi teman-teman Joongie sudah punya baju baru eomma.” Jaejoong kembali merajuk manja.

Oh...Tuhan, jangan lagi. Jangan Kau suguhkan pemandangan ini. Aku tak ingin menyakiti malaikat kecilku. Tapi....mianhe tak bisa Joongie. Eomma berbuat apa-apa, nak.’ Batin Mrs. Kim. Ia sangat memahami bahwa anak bungsunya selalu mengalah. Namun apa yang bisa ia perbuat?? Tak ada.

“Joongie...Joongie anak baik kan?? Anak baik pasti bisa bersabar. Eomma pasti membelikan baju. Joongie makan siang dulu gih!” Mrs. Kim berusaha tersenyum untuk menutupi kegalauan(?) hatinya.
“Ne, eomma. Joongie anak baik (nyengir)”

“ Chullie baby mau sampai kapan kita berputar-putar? Lihat adikmu sudah lelah. Sebenarnya sepatu apa yang kau inginkan?”
Sudah lebih dari dua jam Mrs. Kim dan kedua putranya berkeliling hanya untuk mencari sepatu yang diinginkan oleh putra sulungnya itu. Ia tak tega melihat Jaejoong yang berjalan terseok-seok karena kecapean.
“Eomma…eomma lihatkan tidak ada satupun sepatu yang cocok dengan bajuku. Aku tidak mau terlihat buruk saat natal nanti, apa kata teman-temanku kalau sampai aku tidak berpakaian sempurna.” Heechul tetap meneruskan langkahnya tanpa menoleh kembali ke belakang. Sementara itu, Mrs. Kim hanya bisa menghela nafas melihat sikap Heechul.

“ Joongie, Joongie tidak apa-apa kan berjalan lagi?” Ucap Mrs. Kim sambil mengelus rambut putra bungsunya.
“Nde, Joongie ga apa-apa eomma.”
Yah….itulah Kim Jaejoong. Entah apa yang ada dibenak anak tersebut. Hatinya selalu lapang untuk menerima. Hal itulah yang membuat Mrs. Kim selalu bersedih.

“ Eomma.....ppali. Chullie sudah menemukan sepatu yang cocok.” Heechul berteriak memanggil ibunya, lebih tepatnya memerintah.
“Ah…nde. Ayo Joongie kita kesana. Hyung sudah memanggil kita.” Dengan senyum yang dipaksakan, Mrs. Kim menggandeng tangan Jaejoong utnuk menghampiri Heechul.

“ Eomma, lihatkan sepatu ini sangat bagus. Harganya juga Cuma 10 ribu won” tangan Heechul mengambil sepasang sepatu itu dan memperlihatkan kepada Mrs. Kim.
“ Astaga Chullie kenapa mahal sekali. Adikmu belum beli baju nak.” Mrs. Kim kaget melihat harga yang Heechul sebutkan.
“ Mwo??? Mahal?” Heechul melirik tajam kepada Jaejoong.” Jadi eomma tidak mau membelikan? Eomma lebih memilih menghabiskan uang hanya untuk membelikan Jaejoong baju?” Kali ini Heechul secara terang-terangan memberikan tatapan mematikan kepada Jaejoong.
“ Eomma….” Jaejoong ketakutan
“ An..Ani. bukan begitu maksud eomma Chullie.”
“Arraseo…aku mengerti.” Heechul beranjak meninggalkan toko sepatu itu.

Mrs. Kim bingung. Ia tak ingin membuat Heechul marah tapi dilain pihak Jaejoong juga membutuhkan pakaian. Ia harus segera memutuskan diantara dua pilihan itu.
Kemudian…………………

-TBC-

My note: gimana-gimana? kurang sedih? masih pemanasan. Kurang panjang? Mood lagi ancur jadi yang keluar cuma segitu...leave your comment please...kamsahamnida

Selasa, 31 Januari 2012

FF HANCHUL COUPLE


Annyeong~ saia author baru yang ingin meramaikan jagad perFFan. Mohon maaf kalau FF saia nanti garinG, ga jelas, dan banyak typonya. Makhlum author baru belum punya banyak pengalaman. 


NB: Ini adalah murni karangan saia sendiri. Watch out!!! FF YAOI. Yang tak berkenan mohon tidak dibaca. NO BASH.



MEMORIES

“Hufh……” Aku menghela nafas berat. Akhir-akhir ini aku sangat sibuk mempersiapkan tour promosi untuk film terbaruku MY KINGDOM. Rasa penat yang menyerang membuatku benar-benar ingin mandi. Cepat-cepat ku buka pintu apartemenku. Tanpa minum dulu aku langsung menerjang kamar mandi yang ada di dalam kamarku. Ku lucuti semua pakaian yang ku kenakan.*aw..aw...#plakkk* Ku penuhi bak mandi dengan air hangat dan sedikit sabun.

”Ah, nyamannya.” gumamku ketika ku celupkan kakiku ke dalam bak mandi. Ku rebahkan tubuhku agar tenggelam dalam air. Rasa penat tubuhku seakan-akan rontok oleh hangatnya air. Sedikit ku pijat tanganku untuk lebih banyak lagi mengurangi kepenatan itu. Ku pejamkan mataku beberapa saat menikmati sensasi hangat. Tiba-tiba aku teringat bahwa tanggal 22-24 september aku akan promosi ke Indonesia. Rencananya kami akan promosi di dua kota yaitu Jakarta dan Surabaya.

”Kata orang-orang Indonesia itu indah. Banyak tempat-tempat wisatanya. *hehehe...numpang promosi*. Surabaya itu mana ya??? Kalau Jakarta sich aku sering dengar.” aku bicara sendiri untuk mengurangi kesunyian.

” Jakarta...Jakarta...Jakar....” aku teringat sesuatu. Ku buka mataku. Bukankah tanggal 4 Juni lalu Super Junior mangadakan konser di sana? KIMCHI kalau tidak salah. Ah, memangnya kenapa kalau mereka pernah konser di sana. Ku pejamkan lagi mataku.
” Kalau ada Super Junior pasti ada Kim Hee....” aku menggantungkan kalimatku. Mataku lagi-lagi terbuka. Kenapa aku jadi teringat dia sich??? -_____-’’ Ku tenggelamkan kepalaku untuk menghilangkan wajah cantiknya, senyum manisnya, tingkah jahilnya, pelukannya dan ciu........arrrggghhhhhhh.....
”Uhuk...uhuk..” aku tersedak air sabun, segera ku angkat kepalaku. PABO!!! Bukannya hilang malah aku jadi semakin teringat.T_T....Chullie sedang apa kau sekarang????....

Aku bangkit dan mengambil handuk. Ku keringkan rambutku sambil memakai baju santaiku. Saat aku menarik baju di lemari, sesuatu terjatuh. Ku balikkan benda itu.

Deeegggghhhh.....
Hatiku bergemuruh kencang. Benda itu ternyata fotoku yang sedang dipeluk oleh Chullie. Sejenak aku terdiam memandangi foto itu. Betapa bahagianya kami dulu. Aku tersenyum. Ku rebahkan diriku di kasur. Tak lepas mataku dari namja cantik yang telah berhasil mengoyak lembut*a.k.a mengikat* hatiku. Senyumnya yang membuatku ingin terus memandanginya. Bibirnya yang telah menjadi milikku yang setiap pagi menyentuhku untuk memberikan ”Morning Kiss”. Desahan-desahanmu yang mampu menghilangkan akal sehatku. Ku cium foto itu. Pikiranku kembali menerawang ke masa lalu.

Flashback/ Normal POV

”Chullie maafkan aku. Aku tak bisa lagi di sini. Aku berat melakukan ini tapi tidak ada pilihan lain. Aku mohon percayalah padaku.” bujuk Hangeng
”Kenapa kau seegois ini? Tidakkah kau memikirkan aku? Tidakkah kau mengerti bahwa aku tak bisa hidup tanpamu???” kata Heechul miris

Hangeng terdiam sejenak. Direngkuhnya Heechul ke dalam pelukannya.
”Kau tau chagy, aku pun sama. Aku tak bisa hidup tanpamu. Kau adalah nyawaku. Tapi aku dan SM tak sejalan lagi. Aku capek dengan kontrak mencekiknya. Please don’t cry again. I will die if you like that chagy.” Hangeng berusaha membuat Heechul diam.
“Kau pasti akan melupakanku Gege. Kau pasti mencari yeoja lain di sana. Aku tidak berarti apa-apa bagimu. Hikz...hikz...” Heechul memukul pelan dada Hangeng
” Lihat aku!” Hangeng menarik wajah Heechul berhadapan.
”Tatap mataku! Apakah mata ini menyimpan kebohongan? Apakah mata ini akan berpaling pada orang lain? Tidak. Kaulah satu-satunya pemilik mata dan hatiku Chullie. Aku janji, aku akan sering mengunjungimu. Aku akan selalu mengirim kabar padamu. Trust me chagya!”
Perlahan-lahan Hangeng mendekatkan wajahnya. Di kecupnya bibir lembut Heechul. Ia tak ingin melepaskan miliknya(?) ini. Karena malam ini adalah malam terakhir Hangeng di dorm Super Junior.

Pagi hari yang dingin di Kota Seoul.

Hangeng bersiap-siap untuk meninggalkan dorm suju.
Dilihatnya Heechul masih tertidur pulas. Ia tak ingin membangunkan bidadari cantiknya ini. Sejenak ia terdiam berfikir.
’Bisakah aku hidup tanpamu Chullie? Bisakah aku bernafas tanpa dirimu? Aku tau kau terluka, akupun begitu. Percayalah padaku. Suatu saat nanti kita akan bersatu. Tunggulah aku Chullie. Tunggulah aku.’ Hangeng tanpa sadar menitikkan air mata. Hatinya hancur ketika ia teringat beberapa menit lagi akan berpisah dengan belahan jiwanya. Ia merasa sangat berat untuk melangkahkan kaki keluar dari kamar yang telah memberikan cinta dan kenangan terindah. *author nangis guling-guling T_T*

Dikecupnya dahi sang kekasih. Air matanya tak bisa berhenti mengalir. Segera disekanya air mata itu, ia tak mau anggota suju lain melihat kesedihannya. Ini adalah yang resiko yang harus ia terima. Ia keluar kamar sambil menjinjing koper besar berisi barang-barangnya. Ia juga mengambil foto dirinya dan Heechul.

”Hyung, apa hyung akan berangkat sekarang?” Sungmin muncul dari dapur
”Ne, Sungmin-ah. Tolong jangan bangunkan Heechul. Aku takut dia tak bisa mengendalikan dirinya.”
”Tapi hyung. Dia akan terluka kalau hyung meninggalkannya seperti ini.” ucap sedih Sungmin.
”Dia akan lebih terluka jika tahu aku pergi Minnie. Tolong mengertilah.” Pinta Hangeng
”Hemm..baiklah hyung.” kata Sungmin pasrah
”Hyung....” Hangeng menoleh, dilihatnya Kyuhyun dan member Suju yang lain mendekatinya.
”Apakah ini keputusan terakhir hyung?” Tanya Kyuhyun
”Ne, maafkan aku. Terima kasih semua atas kebaikan kalian. Tolong jaga Heechul. Aku akan sering berkunjung. Berikan ini pada Heechul.” Hangeng menyerahkan kotak merah pada Leeteuk.

”Aku pergi. Jaga diri kalian semua. Jangan antar aku ke bandara, aku takut aku tak bisa mengendalikan diri” Hangeng memeluk satu persatu member suju.
”Jaga dirimu baik-baik Hyung.”
”Ne, annyeong.” Hangeng melangkahkan kaki keluar dari dorm suju. Ia memantapkan hatinya. Namun, air matanya tak bisa dibendung.
”Selamat tinggal semuanya”

***********
”Arrrgggghhhhhhhhhhhhhhhh....”
Tiba-tiba terdengar suara jeritan dari dalam dorm suju. Semua member suju mendatangi sumber suara.
“Hyung..hyung ada apa?” Leeteuk tergopoh-gopoh masuk ke kamar Heechul. Dilihatnya kamar itu seperti kapal pecah. Heechul telah menghancurkan kamarnya.
“Mana…dimana Gege? Dimana Gege? Katakan Teuki” Heechul menarik baju Leeteuk. Matanya sembab dan berlinang air mata.
”Ehm..itu...itu hyung..” Leeteuk tergagap
”Katakan dimana? Dia ..dia tidah pergi kan? Dia tak mungkin meninggalkanku.” Heechul tersenyum disela tangisnya.
”Ada apa? Waduh...hyung...” Shindong yang belari segera mengerem langkahnya melihat kamar Heechul.
”Ada apa sich?” Siwon dengan santainya mendekati kamar Heechul bersama anggota yang lain.
Heechul melepaskan baju Leeteuk. Ia mendekati Siwon.
” Siwon-ah Gege dimana?” Kembali tangis Heechul pecah
“Yang sabar hyung.” Ucap Siwon bijak
”Apa maksudmu? Jangan katakan Gege pergi tanpa pamit padaku?”
”Hankyung hyung sudah pergi hyung. Ia tak ingin kau terluka.” kyuhyun menyela

”APA???Apa yang kau katakan Kyuhyun?TIDAK. Itu tak mungkin terjadi. TIDAAAKKKKKKK.....” Heechul seperti orang kerasukan. Ia berteriak histeris.
Sungmin segera memeluk Heechul.”Hyung tenanglah. Ia tahu kau akan begini. Oleh karena itu, ia pergi diam-diam.” Heechul terus saja meronta-ronta.
”Gege kau jahat. Hikz..hikz...jahatttttt.” Heechul semakin meronta. Sungmin tak kuat lagi menahan tubuh Heechul. Ia terpental jatuh ke lantai. Akhirnya Heechul pingsan.

End Normal POV

Tak terasa aku benar-benar menangis. Aku, Aku merindukan Heechul.” Heechul apakah kau merindukan aku? Aku sangat merindukanmu. Tunggulah aku sebentar lagi. Sebentar lagi aku akan menjemputmu. Kita akan pergi bersama, membangun kehidupan bahagia kita. Hanya kau dan aku.” Aku berbicara pada foto itu. Ku rasakan damai saat aku mengingat harapan kita dulu.

Flashback/Normal POV

”Gege, kita akan hidup bersama kan?” tanya Heechul sambil memainkan kancing kemeja Hangeng
”Tentu saja chagy. Kita akan membuat rumah yang besar, luas, dan tentu saja indah. Kita akan punya anak-anak yang lucu dan cantik sepertimu” jawab Hangeng lalu mengecup kepala Heechul.
” Anak?? Anak ya...” raut muka Heechul tiba-tiba berubah. Ia sadar ia seorang namja. namja tentu saja tidak bisa melahirkan.
”Waeyo? Kenapa sedih begitu?” Hangeng mulai khawatir.
”Aku bukan yeoja. Jadi mana mungkin bisa memberikanmu anak.” Heechul menitikkan air mata.
”Chagy sekarang sudah modern. Kita bisa membuatkan rahim buatan untukmu atau kita bisa mengadopsi anak. Jangan sedih begitu.” Hangeng merengkuh tubuh Heechul ke dalam pelukannya. Ia paling tidak suka melihat Heechul menangis. Hatinya akan merasa sakit.
”Chagy jangan pernah menangis dihadapanku. Aku tidak suka. Selalu tersenyumlah. Karena senyummu itu seperti es di musim panas”
”Ihh...Gege gombal dech.” Heechul tersipu malu. Wajahnya merona. Dieratkan pelukannya pada Hangeng.
”Hahahaha...aku serius. Bersabarlah kita akan hidup bahagiya”
”Aku percaya padamu Gege.” Heechul membenamkan wajahnya di dada Hangeng. Mereka terus membicarakan masa depan hingga larut malam.

End of Flashback

Aku semakin terhanyut dalam pikiranku. Tanpa sadar sudah tengah malam. Ku peluk erat foto itu. Aku ingin bertemu bidadariku dalam mimpi.
” Heechul datanglah ke mimpiku. Bogoshippoyo. Jeongmal......”

-Finish-

Hueeeeeeeee.......saia jadi sedih ingat mereka. RCL please...

FF SHINHA COUPLE

Annyeong~ saia author baru yang ingin meramaikan jagad perFFan. Mohon maaf kalau FF saia nanti garing, ga jelas, dan banyak typonya. Makhlum author baru belum punya banyak pengalaman. 
FF ini benar-benar aneh. Banyak nama yang saia ubah seenaknya  sendiri. Saya juga membuat couple yang ga masuk akal. SHINHA itu lah couple baru yang saia buat asal-asalan. Mungkin tak pernah ada yang tahu siapa itu SHINHA. SHINHA adalah Moon JaeSHIN dan Goo YongHA. Tokoh dalam serial drama Sungykyunkwan Scandal. Moon Jaeshin diperankan oleh Yo Ah In dan Goo Yongha diperankan oleh Soo Jongki. Semoga mengerti.*kebanyakan omong nech author* hohoho…check it out ajha dech (^_^)

NB: Ini adalah murni karangan saia sendiri. Watch out!!! FF YAOI. Yang tak berkenan mohon tidak dibaca. NO BASH. Nama marga saia ubah sesuai dengan kebutuhan.


                             A PROMISE chapter 1

Cast  : Moon Jaeshin(Yo Ah In) as Jung Jaeshin
            Goo Yongha(Soo JongKi) as Park Yongha
            Kim Jaejoong as Jung Jaeshin's mother, Jung Yunho's wife
           Jung Yunho as Jung Jaeshin's father
           Kangin as Assisten
           And other cast
Genre: YAOI

Ah, sakit. Sakit. Sakit sekali. Kenapa ini kau lakukan padaku?Kenapa?Aku tak rela dengan semua ini. Aku tak bisa menerima semua ini. Kembali!Kembalilah padaku! Aku akan memaafkanmu. Jangan pergi! Aku mohon jangan pergi! Berbaliklah! Aku sendiri di sini menantimu dengan segenap jiwa dan asaku. Kata-kata itu…yah….Kata-kata itu telah membelengku jiwaku. Menahanku dari setiap dinginnya angin malam.Ucapan itu……

Yeorin POV
 “Uwahhhh….besar sekali rumahnya. Pasti yang punya orang kaya. Hmm….sebaiknya aku masuk.”
Perkenalkan namaku Park Yong Ha atau yang biasa dipanggil Yeorin. Aku datang ke kota Seoul untuk bekerja sebagai asisten pribadi anak Jung Yunho pemilik rumah besar itu. Yah…setidaknya itu kata Yoochun ahjussi. Oh ya…aku namja. Ingat!!!aku namja tulen. Banyak yang mengira aku yeoja karena aku sangat manis dan kulitku halus. Apalagi aku selalu dipanggil Yeorin. Mirip nama yeoja. Padahal aku ini tampan tak kalah dengan artis Soo Jongki*narsis.com/plakkkk*

End Yeorin POV

Tok…tok….tok…

Kreeettttt....
”Annyeong Park Yong Ha imnida.”sapanya pada seorang lelaki paruh baya yang membukakan pintu.
”Annyeong. Mencari siapa noona?”tanya lelaki yang memakai seragam seperti seorang pelayan itu.
”MWOOO???Noona?...ish...ahjussi aku namja. Aku ini tampan. Apa kau tak bisa melihatnya??” Yeorin memajukan bibirnya. Imut.
”Eh....jeosonghamnida. Aku kira tuan adalah yeoja. Ada keperluan apa Yong Ha ssi?
”Aku adalah asisten baru anak tuan Jung, ahjussi.”
”Oh...tuan Jung sudah menunggu anda Yong Hwa ssi. Mari silakan masuk.”
”Kamsahamnida ehm......”
”Kangin. Panggil aku Kangin ahjussi. Aku adalah kepala pelayan di rumah ini Yong Ha ssi.”
”Ne, Kangin ahjussi. Panggil aku Yeorin saja.”
Yeorin mengikuti Kangin menuju ruang pribadi Jung Yunho. Ia sangat kagum dengan desain rumah itu. Gaya eropa klasik dipadupadankan dengan gaya tradisional korea, sungguh rumah yang menakjubkan. Kangin tersenyum melihat yeorin yang terpana melihat isi rumah itu,”Yeorin, kita sudah sampai. Ini ruang kerja Tuan Jung.”
”Oh..i..iya ahjussi.” Yeorin nyengir karena tertangkap basah(?) memperhatikan rumah majikannya.

Tok..tok..tok...
”Permisi tuan Jung, Park Yong Ha ssi sudah tiba Tuan.”
”Ne, suruh dia masuk.”suara dari dalam ruangan itu.
Ketika pintu dibuka, terlihatlah sosok namja berusia kira-kira 40tahunan. Namun tidak menampakkan gurat-gurat usianya. Wajahnya sangat tampan. Siapapun yang melihatnya pasti jatuh cinta.
”Masuklah Yong Ha ssi.”perintah Yunho
”Eh...ii..iya..Tuan Jung.” Yeorin melangkah ragu-ragu
”Silakan duduk.”
Yeorin mengangguk. Kemudian ia duduk berhadapan dengan Jung Yunho.
”Nah, kau pasti keponakan Yoochun. Tak ku sangkah kau cantik sekali. Kau namja atau yeoja sich? hahahahhahahaha”goda Yunho
’Sial....ahjussi ini malah menggodaku.’rutuk Yeorin
”Saya namja tu.....”

Tiba-tiba........brakkkkkk......pintu dibuka secara kasar. Muncullah sesosok namja tengah berkacak pinggang. Matanya berkilat memandang sesosok Jung Yunho. Seakan hendak menelannya hidup-hidup.

”YA!KAU JUNG YUNHO berani-beraninya menggoda anak itu.”teriak seseorang dengan mata terbakar api membara *kebakarannnnn*
”Astajim.” Yeorin melonjak kaget mendengar suara pintu itu
”Ah...boojaeku jangan salah paham...ak..aku tidak melakukan apa-apa. Aku hanya bercanda yeobo...hehehhe” Yunho nyengir kuda *dirajam cassie*
Seseorang yang dipanggil boojae itu berjalan sambil berkacak pinggang. Ia berhenti di depan Yeorin.”Kau...siapa namamu?”garang
Yeorin agak memundurkan badannya, takut.” Sa..sa…saya Park Yong Ha. Asisten baru putra Tuan Jung.”

”Asisten?? Benarkah ia asisten Jaeshin, Yun?”
”Iya Jae. Cukup baik kan?”
”Hmm....cukup menarik. Perkenalkan aku Jung Jaejoong, istri Jung Yunho. Eommanya  Jung Jae Shin.
’Hah??? Istri Tuan Jung seorang namja? Bisa melahirkan juga? Tapi dia cantik sekali. Kulitnya benar-benar seputih susu.’batin Yeorin

”Nah Yong Ha ssi ini tugasmu selama menjadi asisten Jaeshin, semua sudah tertulis di map ini. silakan dipelajari.” Yunho menyerahkan sebuah map merah.
”Ne, Tuan Jung. Tolong panggil saya Yeorin saja Tuan.”
”Hemm...baiklah. Yeobo bisahkan kau antarkan Yeorin ke kamarnya?”Pinta Yunho
”Baiklah...” Jaejoong mendekati Yunho
Sebelum pergi, Ia mencium Yunho. Dengan ganas dilumatnya bibir tebal Yunho. Ciumannya turun ke leher Yunho. Yeorin kaget bukan main melihat adegan NC tersebut.
’Apa-apaan ini?? aku kan ada di sini’batinnya

”Aish..Jae apa yang kau lakukan? malu kan dilihat Yeorin.” cegah Yunho sebelum ia terseret ke arah yang”berbahaya.”
”Hi..hi...hi..aku tak tahan.” Jaejoong nyengir

*Di kamar Yeorin*
”Hufftt...capek sekali. Apa-apaan sich keluarga Jung itu?? Aku kan malu melihat hal-hal seperti itu. Huh..dasar.” Keluh Yeorin
Yeorin mengeluarkan barang-barangnya. Ia meletakkan baju-bajunya di lemari. Sebuah foto berbingkai hendak ia letakkan di atas nakas tetapi urung ia lakukan.” Maafkan aku, aku harus melakukan ini.” Ucapnya sedih sambil memandang foto tersebut.
Karena kecapean akhirnya Yeorin tertidur.

*In the other place*
Seorang namja tampan dengan sedikit kumis, memakai, topi, kaus dan celana pendek serta sandal. Bila diperhatikan ia seperti berandalan. Matanya terkadang terpejam menikmati alunan musik yang keluar dari earphone hitam miliknya. Sudah 5 jam earphone itu tak pernah lepas dari telinganya. Sepertinya dia bosan duduk di pesawat yang akan membawanya pulang ke Seoul. Sejak keberangkatannya dari Kanada tak semenitpun ia dapat memejamkan matanya. Entah apa yang ia pikirkan.

 pesawat take off *skip time*

”Ah..Yunho yeobo itu Jaeshin.” teriak kegirangan sesoeorang yang dapat dipastikan itu Jung Jaejoong ketika melihat orang yang bernama Jaeshin
”Jaeshinnnnnnnnnnnn....”teriaknya
”Aish, Jae jangan teriak-teriak begitu! Malu dilihat orang.”komentar Yunho
Namun Jaejoong sudah berlari dan memeluk Jaeshin.
”Eomma kangen. Kenapa kamu ga pulang-pulang Jaeshin?? Hikz..Hiks..” isak Jaejoong
”Jaeshin juga kangen tapi Eomma..le..paskan!!! Aku tidak bisa bernafas.” ucap Jaeshin dengan suara tercekik.
”Jae lepaskan anakmu. Nanti dia mati kehabisan oksigen.”pinta Yunho
Jaejoong melepaskan pelukannya.” Tapi aku kangen Yun. Sudah dua tahun kita tak bertemu dengannya.” sedih Jaejoong
”Aish..di rumah nanti kan bisa boojae. Nanti kau boleh peluk sepuasmu, kalau perlu kau boleh menemaninya tidur.”
”APPA!!! aku ini sudah besar.” protes Jaeshin
”Hahahaha..iya, iya appa tahu. Sini peluk appa.” Segeralah anak dan ayah itu saling berpelukan melepaskan kerinduan.
”Oh ya, appa telah menyiapkan seorang asisten untukmu. Dia akan membantumu.”
”Ah, appa kenapa harus pakai asisten sih? Aku bisa urus diriku sendiri.” Jaeshin tak terima jika dirinya masih dianggap tak bisa hidup mandiri.
”Bukan itu maksud appa. Appa tahu putra appa ini sudah dewasa. Sudahlah mari kita pulang! ajak Yunho.
Segeralah keluarga Jung itu masuk ke dalam mobil Limosin hitam. Selama perjalanan, Jaejoong tak henti-hentinya menceritakan keadaannya dan Yunho tanpa putra kesayangannya itu. Jaeshin hanya tersenyum tanpa banyak berkomentar. Ketika melewati sebuah taman, ia melihat sesosok wanita. Wanita itu tampak tak asing lagi baginya. Mata besarnya mengikuti ke arah mobil Limosin itu pergi. Terdapat gurat ketidaksenangan di wajahnya.

Tiba-tiba wajah Jung Jaeshin menjadi serius.
’Benarkah yang ku lihat ini? TIDAK!!!itu tidak mungkin.TIDAK!!!!’

-TBC-

Arrggggghhh...FF apa ini??? *jedotin kepala ke tembok*
Garing ya?? Ga jelas ya?? Mian..mian...RCL please...

Senin, 02 Januari 2012

(FF DBSK) OUR LIFE, OUR LOVE Chapter 3


OUR LIFE, OUR LOVE
Chapter 3

Cast                 : YunJae-YooSuMin (and other)
Rated               : (Hehehe…tentukan sendiri ajah, Author bingung)
Genre               : Romance-Comedy-Friendship
Length              : 3 of 3
Sekilas Info     :     YunJae YooSuMin adalah murid Cassie Senior High School. Mereka berlima tinggal di rumah Jung Yunho yang merupakan anak pengusaha terkenal di Korea. Kim Jaejoong adalah anak seorang pemilik resto. Park Yoochun adalah sepupu Yunho. Kim Junsu merupakan sepupu Jaejoong dan Shim Changmin adalah adik tiri Yoochun


Sudah seminggu sejak kejadian sms itu, Jaejoong jadi uring-uringan ga jelas. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar bahkan sampai tidak mau memasak. Jadilah, mereka semua memesan makanan dari restauran. Akhirnya YooSuMin mengadakan sidang untuk Yunho sebagai tersangka utama penyebab keanehan Jaejoong.

”Ada apa? Kenapa kita berkumpul di sini?”Yunho merasa bingung
”Hyung, sekarang hyung katakan pada kami ada apa diantara kalian berdua?” Yoochun memulai sidang
”Hyung kau harus bertanggung jawab!”Junsu ikut bicara
”Jae hyung tidak mau memasak. Aku kelaparan hyung.”Changmin menambahi

Yunho menghela nafas mendengar pertanyaan2 itu. Ia sadar, bahwa ialah penyebab semua ini terjadi.
”Baiklah. Aku akan jujur. Aku dan Jaejoong saling jatuh cinta. Aku sudah menyatakan cintaku. Changmin melihat kami berciuman. Itu, bukan mimpi Min. Jaejoong cemburu pada Heechul. Aku tak tau harus berbuat apa.”Yunho bercerita panjang lebar.
”Kami sudah tau itu hyung. Kami hanya ingin hyung jujur pada kami.” Junsu menanggapi
”Sekarang yang terpenting adalah bagaimana kita membuat Jae hyung normal kembali. Siapa diantara kalian yang punya ide?”Yoochun bertanya
”Sepertinya aku tau. Begini......”Junsu menerangkan idenya dan disetujui oleh semua anggota sidang.

******
Liburan musim panas tiba. Yunho telah mengatakan rencana untuk membuat Jaejoong baikan lagi pada Heechul. Heechul menyetujui usul Yunho. Pagi-pagi sekali Heechul datang ke rumah Yunho.
”Hyung aku mau makan spageti pedas dan jus apel.”Changmin request pada Heechul. Heechul memang pandai memasak seperti Jaejoong.
”Baiklah. Sarapan pagi ini adalah spageti dan jus apel.”Heechul berkata dan diikuti anggukan seluruh penghuni tanpa Jaejoong tentunya.

Jaejoong membuka pintu kamarnya, hendak memasak. Ia merasa bersalah telah menelantarkan semua penghuni selama seminggu. Baru membuka pintu ia mencium aroma spageti dari arah meja makan. Jaejoong berjalan mendekati meja makan. Jaejoong mematung melihat Heechul sedang menata meja makan dan dikelilingi oleh semua penghuni rumah.
”Ah, pagi Jae. Kau sudah bangun. Ayo makan bersama.”Heechul menyapa Jaejoong semanis mungkin
”Hyung, ayo kesini. Heechul hyung masak spageti. Kelihatannya enak.”Changmin antusias
Jaejoong dengan berat hati duduk disamping Yunho. Ia terpaksa karena ia sangat lapar. Sejak tadi malam ia belum makan. Heechul mengambilkan spageti untuk Yunho. Hati Jaejoong terasa sakit. Jaejoong makan tanpa berkata apa2.
”Yunnie...apa kau mau tambah?”Heechul berpura-pura manja.
”Aku...aku mau tambah hyung.”Changmin menyodorkan piringnya.
”Aku juga hyung.”YooSu ikut menyodorkan piringnya.
Heechul berusaha melakukan apa yang setiap hari dilakukan Jaejoong. Ia yakin Jaejoong akan merasa posisinya diambil oleh Heechul. Setelah makan, Jaejoong langsung masuk kamar. Menangis. Ia merasa tak berguna lagi di rumah itu. Ia menganggap Heechul telah mengambil posisinya di rumah itu dan di hati Yunho. Ia melihat Yunho dan Heechul duduk berdua di ruang tamu.

Jaejoong POV

Apa? Kenapa Heechul ada di dapurku? Kenapa dia memasak? Chullie kau jahat. Kenapa kau tega melakukan ini padaku?..hikz...hikz...Mereka semua begitu manja padamu. Yunho lebih bahagia denganmu. Mereka tak membutuhkan aku lagi. Salahku apa?...hikz...hikz....

End Jaejoong POV

”Hyung, bagaimana ini? Jae hyung dari tadi menangis terus.” Yoochun khawatir dengan JJ yang terus-terusan menangis.
”Yun, sebaiknya sekarang kau temui Jae. Ini waktunya Yun.” Heechul menyarankan.
”Baiklah. Aku juga sudah ga tahan. Aku kasian.” Yunho berjalan ke kamar Jaejoong.
”Hyung...hwaiting.”Junsu dan Changmin memberi semangat.

Yunho berjalan ke kamar Jaejoong. Ia mengetuk pintu kamar Jaejoong tapi tidak mendapat respon. Pintu kamar Jaejoong ternyata tidak dikunci. Yunho masuk kamar Jaejoong dan melihat JJ sedang menangis dipojokan kamarnya (A/n:kayak anak kecil ajha JJ)
”Jae.....”Yunho memanggil JJ pelan. Hatinya miris melihat Jaejoong seperti itu.
”Jae maafkan aku. Aku tau kau sakit hati. Aku juga tau kau cemburu dengan Heechul. Kau salah paham Jae.”

Jaejoong menatap tajam Yunho.
”Salah paham? Aku tidak bodoh Yun. Kau dan Chullie sangat mesra. Kau tidak butuh aku lagi. Semua penghuni rumah ini sudah tidak membutuhkan aku lagi..hikz...hikz....KAU JAHAT...hikz...hikz...”Jaejoong berteriak-teriak histeris.

Yunho terkesiap melihat kehisterisan JJ. Ia tak menyangka akan jadi seperti ini. Yunho menarik JJ ke dalam pelukannya.
”Jae...mianhe....jeongmal mianhe...”
”Lepaskan aku!”JJ meronta
”Tidak...aku mencintaimu Jae. Di hatiku hanya dirimu. Aku dan Chullie hanya berteman. Kau tidak tau kan kalau Chullie suka sama Siwon? Chagy...maafkan aku ya..?” Yunho menjelaskan panjang lebar.
”Benarkah itu,Yun?”JJ berhenti meronta.
”Lalu sms itu???”
Yunho tersenyum,” Chullie salah kirim Boo...itu untuk Siwon.” Yunho menarik tubuh Jaejoong duduk di tempat tidur.
”Yun....”
”Hmm...”
”Maafkan aku. Aku sudah salah paham. Aku membuatmu susah. Aku menelantarkanmu dan penghuni rumah.” JJ menunduk malu sekaligus menyesal dengan tindakan bodohnya.
”Sudahlah Joongie. Kau tidak salah. Aku senang akhirnya kita baikan lagi.”Yunho mengelus lembut kepala Jaejoong.
”Jae...”
”Hmm...”
”Bolehkan aku menciummu?”Yunho malu-malu
Jaejoong tersipu mendengar pertanyaan Yunho,”Ne...”
Yunho mendekatkan wajahnya. Beberapa detik kemudian bibir keduanya bertemu.


”Akhirnya masalah ini selesai juga.” Junsu memecah keheningan.
Ternyata dari tadi mereka semua mengintip dari balik pintu.
”Asyikkk.....aku akan makan lagi” Changmin menambahi
”Aduh..kalian jangan berisik nanti ketahuan.” Heechul ikut bicara
”Kau itu hyung.”Changmin menyalahkan Junsu
”Enak saja, kau itu Min.”Junsu tidak mau kalah
Terjadi aksi saling dorong. Dan tiba-tibak...

GUBRAKKK...kyaaaaaaaa.......”Aduh”

Yunho dan Jaejoong kaget. Mereka melepaskan ciuman mereka. Jaejoong menghampiri kerumunan orang ngintip itu.

”Chullie maafin aku ya...aku terlalu cemburu padamu.”sesal JJ
”Sudahlah Jae, ga apa-apa. Aku maklum.”kata Heechul. Mereka berdua berpelukan.
”Dan untuk kalian bertiga, selama seminggu bersihkan rumah ini karena kalian telah mengintip.”JJ meninggalkan YooSuMin.

”Hyung kau jahaaaaaattttttttt...”protes YooSuMin

-END-



finisssshhh.....pertama kali buat FF emang susah. huft #elapKeringat....gimana2? review please...

(FF DBSK) OUR LIFE, OUR LOVE Chapter 2

Langsung terbit chap 2 nya.....review please....biar saia makin semangat and bisa ngoreksi hal-hal yang typo......


OUR LIFE, OUR LOVE
Chapter 2

Cast                   : YunJae-YooSuMin (and other)
Rated                 : (Hehehe…tentukan sendiri ajah, Author bingung)
Genre                 : Romance-Comedy-Friendship
Length                : 2 of 3
Sekilas Info     : YunJae YooSuMin adalah murid Cassie Senior High School. Mereka berlima tinggal di rumah Jung Yunho yang merupakan anak pengusaha terkenal di Korea. Kim Jaejoong adalah anak seorang pemilik resto. Park Yoochun adalah sepupu Yunho. Kim Junsu merupakan sepupu Jaejoong dan Shim Changmin adalah adik tiri Yoochun.



“APA ITU?” koor YooSuMin serempak

Mereka berlari mencari asal suara itu. Ternyata suara itu berasal dari kamar Jaejoong. Ketika mereka sampai di sumber suara.

”Kyaaaaaaaaa, hyung???????” Junsu berteriak

Ternyata Jaejoong pingsan dilantai. Yunho mengguncang-guncangkan tubuh Jaejoong.
”Jae...bangun...Jae. Maafkan aku, aku tidak sengaja.” Yunho panik. Lalu, menggendongnya dan meletakkan di kasur.
”Hyung ada apa? Kenapa Jae hyung pingsan?” tanya Yoochun
”Tadi aku merasa ada sesuatu di dalam bajuku ketika aku bangun. Ternyata itu kecoak. Aku panik. Tidak sengaja aku melemparnya ke Jaejoong. Dia jadi panik dan berlari menabrak pintu. Ah...Yunho paboo...” Yunho memukul kepalanya sendiri

”Sudahlah hyung. Hyung kan tidak sengaja. Sebaiknya hyung menemani Jae hyung. Biar kami yang membersihkan rumah. Makanlah dulu hyung. Junsu ambilkan es batu untuk mengompres” kata Yoochun. Junsu mengangguk dan pergi ke dapur. Tidak lama kemudian Junsu membawa es batu.

”Untung saja hanya nampan yang jatuh. Kalau nasi gorengnya kan sayang.” celetuk Changmin.
Yoochun menoleh ke arah Changmin.” Min, kalau kau tak ada kata-kata lain selain makanan, sebaiknya kau pergi ke dapur cuci piring. Itu sudah tugasmu bukan?”
Changmin mencibir dan berlari ke dapur, diikuti Yoochun dan Junsu.

Tinggallah mereka berdua di dalam kamar.
”Jae maafkan aku. Aku benar-benar tidak sengaja. Aku tahu kau paling takut kecoa. Aku menyakitimu Jae. Maafkan aku.” berulang-ulang kali Yunho mengatakan itu sambil meletakkan es batu di dahi Jaejoong yang agak membengkak.
Yunho membelai lembut kepala Jaejoong. Ada sedikit sesak di hatinya ketika melihat Jaejoong sakit (A/n: lebay, Cuma pingsan duank*dibunuh cassie*). Yunho menatap wajah cantik Jaejoong, memperhatikan setiap lekuk di wajahnya. Matanya tertuju pada bibir merah cherry yang menggoda.
”Aish..Yunho sadarlah. Apa yang kau pikirkan?” Yunho menggeleng-gelengkan kepalanya. Lama-kelamaan Yuno merasa mengantuk dan tanpa sadar akhirnya ikut tertidur disamping Jaejoong.

Normal POV

Sementara YunJae di dalam kamar, YooSuMin bekerja bakti membersihkan rumah. Tugas berbelanjapun akhirnya dikerjakan Junsu karena insiden kecoa itu. Mereka saling membantu meskipun kadang terjadi pertengkaran-pertengkaran kecil. Tertama Junsu dan Changmin. Terkadang Changmin melempar sabun ke arah Junsu yang sedang membersihkan meja makan, atau Junsu mengejar Changmin dengan sapu di tangan. Mereka sangat akur bukan????? Yoochun hanya tertawa melihat tingkah mereka. Sesekali Yoochun memperhatikan Junsu. Yah, Yoochun menaruh hati pada Junsu. Yoochun tahu dia laki-laki dan Junsu juga laki-laki tapi namanya cinta terserah mw hinggap dimana ajha. Kelihatannya Junsu juga begitu, walaupun Junsu agak jual mahal (sok normal). Hanya Changmin yang benar-benar masih bayi di rumah itu.

End Normal POV

”Hah, capek sekali. Changmin sialan, banyak sekali pesanannya. Kalau bukan adiknya Chunnie, tak sudi aku melakukan ini. Kenapa Jae hyung bisa tahan melakukan ini setiap minggu” Junsu ngomong sendiri dan duduk di ruang tamu.
”Ada apa Su~i? Kau sudah pulang rupanya. Kenapa ngomong sendiri? Apa kau sakit?” tiba-tiba Yoochun datang, memegang dahi Junsu. Seketika itu wajah Junsu terasa panas dan memerah. Malu.
(Grogi)”Ehm..hm..ti..tidak Chunnie. Ak...aku hanya kepanasan.”
”Benarkah? Wajahmu memerah.” Yoochun mengerutkan dahi.
Dia malu rupanya. Ah, Su~i kau manis sekali” kata Yoochun dalam hati
”Ak..aku ke dapur dulu.” Junsu terburu-buru dan tidak sengaja menabrak meja (saking gugupnya).

”Kyaaaaaaa”.....gubrak.

Belanjaan Junsu berhamburan di lantai. Lebih parahnya lagi, Junsu jatuh di atas tubuh Yoochun. Mereka berdua terdiam. Wajah Junsu bertambah merah.

Beberapa detik kemudian.....
”Ah...mian...mian...Chunnie.” Junsu hendak bangun tetapi tangan Yoochun menahan tubuh Junsu agar tetap berada dipelukannya.
”1 menit. Hanya 1 menit. Biarkan seperti ini Su~i.” Yoochun berbisik
”Chunnie.........”

1 menit

3 menit

5 menit

Tiba-tiba suara yang tidak diinginkan membuyarkan suasana indah itu
”Hyung berdua sedang apa? Kenapa kalian tidur dilantai? Kalau ngantuk tidur aja di kamar (A/n: Changmin, please deh!!!).” Changmin tanpa dosa mengambil satu snack di lantai dan pergi begitu saja. Meninggalkan dua orang itu melongo tak percaya dengan kepolosan Changmin.

Junsu tersadar,”Chunnie, tolong lepaskan tanganmu. Aku harus ke dapur”
”Oh, maaf Su~i.” Yoochun melepaskan pelukannya dan membantu mengambil belanjaan yang berserakan di lantai.
Junsu menuju ke dapur dengan wajah yang masih memerah. Sementara itu Yoochun duduk di ruang tengah, ikut melihat tv bersama Changmin. Changmin memperhatikan hyungnya yang senyum-senyum sendiri tanpa sebab.

”Hyung kau tidak apa2?. Kelihatannya kau senang sekali. Apa tidur di lantai membuat otak hyung jadi error?”
”Mwo? Annio....Eh, apakah Jae hyung sudah sadar?” Yoochun mengalihkan pembicaraan.
”Tidak tahu. Aku rasa belum karena Yunho hyung belum keluar. Hyung....apa hyung tidak sadar sejak tadi malam, setelah Yunho hyung pamit pergi ke rumah Heechul hyung, Jae hyung jadi aneh. Dia jadi marah-marah. Biasanya kan sikapnya lembut dan manis”
”Benarkah? Aku tidak tahu Min. Mungkin hyung sedang ada masalah.” Yoochun menghela nafas lalu berteriak.
”Su~i bisakah kau ambilkan aku air, aku haus?”
”Ne...Chunnie” Tidak lama kemudian Junsu datang membawa segelas air.
”Gomawo.” Junsu hanya mengangguk dan tersenyum.

”Sejak kapan hyung berdua saling memanggil dengan panggilan Chunnie dan Su~i?”
Glek!Uhuk..uhuk..kk...Yoochun tersedak mendengar pertanyaan adiknya itu. Junsu hanya diam tak bisa berkata-kata.
”Memangnya tidak boleh? Yunho hyung dan Jae hyung saja memanggil Yunnie dan Joongie. Kau sendiri kan kami panggil Minnie.” Yoochun membela diri untuk menutupi kegugupannya di depan Changmin dan Junsu.
”Tentu saja boleh. Aku kan hanya bertanya. Kenapa kalian berdua gugup seperti itu? Huh, dasar aneh seperti orang jatuh cinta saja.”

Blushhh....

Kata-kata terakhir Changmin sukses membuat pipi mereka berdua memerah. Junsu menunduk tidak berani menatap Yoochun, begitupun sebaliknya.


Sementara itu di kamar Jaejoong............................................

Jaejoong membuka matanya. Kepalanya terasa sakit. Ia merasakan ada sesuatu di atas perutnya. Jaejoong menoleh. Betapa kagetnya ia saat mengetahui Yunho sedang tidur di sampingnya sambil memeluk Jaejoong. Tangan Yunho melingkar di atas perut Jaejoong. Jaejoong tersipu malu dan gugup sampai tidak bisa bergerak. Pipi mulusnya memerah. Tiba-tiba Jaejoong ingat dengan insiden kecoa itu. Refleks ia memiringkan tubuhnya dan menyembunyikan wajahnya di dada Yunho (A/n: cie...cie..). Yunho terbangun merasakan gerakan di dadanya. Yunho mendapati Jaejoong tengah menyusupkan wajahnya di dada bidangnya itu. Yunho tersenyum dan semakin mengencangkan pelukannya.
”Teruslah seperti ini Jae.” Yunho bergumam lirih

Jaejoong merasakan tubuhnya semakin menempel pada Yunho. Ia mendongakkan kepalanya dan mendapati wajah super tampan Yunho tengah menatapnya. Wajahnya terasa panas. Sudah bisa dipastikan kulit putihnya berubah semerah tomat.
”Yun..Yunnie..ak...akku...”
Belum selesei JJ berkata Yunho memotong,”Husstt...diamlah Jae.” Jaejoong menuruti kata-kata Yunho. Mata elang Yunho menatap mata besar milik Jaejoong. Timbul rasa di hati Yunho yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu.
Sedikit demi sedikit Yunho mendekatkan wajahnya. Jaejoong tak bisa bergerak. Ada medan magnet yang menahan wajahnya untuk tidak menjauh. Dekat..dekat..semakin dekat...5 cm...1 cm...dan...

CUP....

Yunho sukses mengecup bibir cherry itu tanpa perlawanan. Jaejoong membelalakkan matanya tak percaya apa yang sedang ia rasakan. Lama-kelamaan Jaejoong menutup matanya. Perlahan kecupan itu menjadi sebuah ciuman. Yunho merasakan manisnya bibir Jaejoong dan tak ingin mengakhiri rasa manis itu. Dan lagi-lagi suara orang yang tidak diinginkan menghancurkan ”kegiatan” itu...........

Brakkkkk.....

Terdengar pintu kamar di buka,”Hyuuuuuunnnnnnnngggggg.....apa Jae hyung sud.....”????????? tanpa permisi Changmin nyelonong masuk dan tanpa sengaja melihat ”hal” itu. Changmin melongo sambil meloading apa itu.

YunJae kaget. Refleks mereka melepaskan diri masing2. Yunho bangun dari tempat tidur sedangkan Jaejoong syok melihat Changmin.
”Ehmmm...Min, Joongie sudah sadar.” Yunho berusaha bersikap biasa.
Tidak ada respon dari Changmin. Dia masih diam saja, mematung tak berkedip  pula.
”Min...kau tidak apa2?” Yunho menggerak-gerakkan tangannya di depan mata Changmin. Sementara itu Jaejoong gugup. Keringat dingin membasahi wajahnya.
Changmin mulai bangun dari alam bawah sadarnya
”Hyung...apa itu tadi? Apa aku bermimpi?” Changmin bertanya kepada Yunho. Kemudian berjalan keluar dengan wajah yang kebingungan.

”Yun....”
Yunho menoleh ke arah Jaejoong. Perlahan ia mendekati Jaejoong.
”Hmm....”

”Kenapa kau lakukan itu?” Jaejoong menunduk.

Yunho terdiam mendengar pertanyaan Jaejoong. Yunho tersenyum.
”Aku tidak tahu.” jawab Yunho enteng

”YAH! Jung Yunho, jangan permainkan aku.” Jaejoong mengerucutkan bibirnya. Ia merasa Yunho telah mempermainkan dirinya.

”Jae...” Yunho mendekatkan wajahnya ke wajah Jaejoong.
”Ma...mau apa kau?” kata Jaejoong gugup
”Aku....aku...(CUP)...saranghae.” Yunho mengecup bibir Jaejoong dan pergi begitu saja tanpa memperdulikan JJ yang diam tak bergerak.

1 menit kemudian. Jaejoong tersadar. Ia meraba-raba bibirnya.

”Yunho menciumku lagi. Dia tadi mengatakan apa ya? Hah!!!! Benarkah Yunho menyatakan cintanya padaku? Kyaaaaaaaaaaaaaaaa....(A/n: JJ guling-guling di kasur). Tapi...bukankah Yunho dan Chullie....?????”

*Flashback*

Di taman belakang Cassie Senior High School.

“ Chullie~ah….ada apa?”
“Yun, kemarilah!” Heechul duduk di bawah pohon.
Ada apa? Kenapa kau menyuruhku kemari? Kita kan sekelas. Seperti orang pacaran saja.”
Plakkk! Heechul memukul pelan kepala Yunho.”Pacaran kepalamu. Kau pikir aku menyukaimu. Cieh…kau bukan tipeku tau.”
”He..he...he...terus kenapa kau menyuruhku  kemari? Nanti orang-orang yang melihat kita salah paham.” Yunho duduk di samping Heechul
”Biarkan saja. Kau takut ya Jaejoong melihat kita?” Heechul mengedipkan matanya dibarengi dengan seringai menggoda.

Yunho tersipu.”Aish! Kau jangan mulai Chullie. Ku hajar kau nanti.” Yunho melotot
”He...he...Ah, sudahlah. Ayo nanti malam kita bertanding. Kemarin aku baru membeli kaset game baru. Aku juga mengundang Yesung dan Donghae. Gimana?” Heechul antusias.
”Ehm...baiklah. Akan kupastikan akulah pemenangnya. Ha..ha...ha...” Yunho tertawa bangga.
“Yeee…kau jangan bangga dulu.”

Tiba-tiba angin berhembus. Wuuussssss............

”Aduh, mataku.” mata Heechul refleks mengucek matanya.
“Ada apa?” tanya Yunho
”Mataku kemasukan debu.”
“Hei, jangan dikucek. Sini aku tiup.” Yunho meraih kepala Heechul. Ia mendekatkan wajahnya dan meniup mata Heechul.

Ketika Yunho sibuk meniup mata Heechul, Jaejoong lewat. Saat itu sudut pandang Jaejoong adalah di belakang Yunho agak ke samping sedikit. Yang terlihat adalah punggung dan kepala Yunho bagian belakang serta sedikit wajah Heechul yang dipegang oleh Yunho. Ia menyangka Yunho dan Heechul sedang berciuman. Melihat hal itu, Jaejoong berlari sambil menangis. Hatinya terasa perih dan sakitttttttt sekali.

*End of Flashback*

Jaejoong masih berkutat dengan pikirannya. Kadang tertawa, kadang sedih, dan kadang tersipu. Ia tak menyadari sejak tadi ada beberapa orang yang diam-diam memperhatikannya di depan pintu yang sedikit terbuka.

”Apa kau tahu kenapa Jae hyung jadi seperti itu?” kata seseorang bersuara husky....
Seseorang menggeleng....”Entahlah.”


-TBC-