Senin, 02 Januari 2012

(FF DBSK) OUR LIFE, OUR LOVE Chapter 2

Langsung terbit chap 2 nya.....review please....biar saia makin semangat and bisa ngoreksi hal-hal yang typo......


OUR LIFE, OUR LOVE
Chapter 2

Cast                   : YunJae-YooSuMin (and other)
Rated                 : (Hehehe…tentukan sendiri ajah, Author bingung)
Genre                 : Romance-Comedy-Friendship
Length                : 2 of 3
Sekilas Info     : YunJae YooSuMin adalah murid Cassie Senior High School. Mereka berlima tinggal di rumah Jung Yunho yang merupakan anak pengusaha terkenal di Korea. Kim Jaejoong adalah anak seorang pemilik resto. Park Yoochun adalah sepupu Yunho. Kim Junsu merupakan sepupu Jaejoong dan Shim Changmin adalah adik tiri Yoochun.



“APA ITU?” koor YooSuMin serempak

Mereka berlari mencari asal suara itu. Ternyata suara itu berasal dari kamar Jaejoong. Ketika mereka sampai di sumber suara.

”Kyaaaaaaaaa, hyung???????” Junsu berteriak

Ternyata Jaejoong pingsan dilantai. Yunho mengguncang-guncangkan tubuh Jaejoong.
”Jae...bangun...Jae. Maafkan aku, aku tidak sengaja.” Yunho panik. Lalu, menggendongnya dan meletakkan di kasur.
”Hyung ada apa? Kenapa Jae hyung pingsan?” tanya Yoochun
”Tadi aku merasa ada sesuatu di dalam bajuku ketika aku bangun. Ternyata itu kecoak. Aku panik. Tidak sengaja aku melemparnya ke Jaejoong. Dia jadi panik dan berlari menabrak pintu. Ah...Yunho paboo...” Yunho memukul kepalanya sendiri

”Sudahlah hyung. Hyung kan tidak sengaja. Sebaiknya hyung menemani Jae hyung. Biar kami yang membersihkan rumah. Makanlah dulu hyung. Junsu ambilkan es batu untuk mengompres” kata Yoochun. Junsu mengangguk dan pergi ke dapur. Tidak lama kemudian Junsu membawa es batu.

”Untung saja hanya nampan yang jatuh. Kalau nasi gorengnya kan sayang.” celetuk Changmin.
Yoochun menoleh ke arah Changmin.” Min, kalau kau tak ada kata-kata lain selain makanan, sebaiknya kau pergi ke dapur cuci piring. Itu sudah tugasmu bukan?”
Changmin mencibir dan berlari ke dapur, diikuti Yoochun dan Junsu.

Tinggallah mereka berdua di dalam kamar.
”Jae maafkan aku. Aku benar-benar tidak sengaja. Aku tahu kau paling takut kecoa. Aku menyakitimu Jae. Maafkan aku.” berulang-ulang kali Yunho mengatakan itu sambil meletakkan es batu di dahi Jaejoong yang agak membengkak.
Yunho membelai lembut kepala Jaejoong. Ada sedikit sesak di hatinya ketika melihat Jaejoong sakit (A/n: lebay, Cuma pingsan duank*dibunuh cassie*). Yunho menatap wajah cantik Jaejoong, memperhatikan setiap lekuk di wajahnya. Matanya tertuju pada bibir merah cherry yang menggoda.
”Aish..Yunho sadarlah. Apa yang kau pikirkan?” Yunho menggeleng-gelengkan kepalanya. Lama-kelamaan Yuno merasa mengantuk dan tanpa sadar akhirnya ikut tertidur disamping Jaejoong.

Normal POV

Sementara YunJae di dalam kamar, YooSuMin bekerja bakti membersihkan rumah. Tugas berbelanjapun akhirnya dikerjakan Junsu karena insiden kecoa itu. Mereka saling membantu meskipun kadang terjadi pertengkaran-pertengkaran kecil. Tertama Junsu dan Changmin. Terkadang Changmin melempar sabun ke arah Junsu yang sedang membersihkan meja makan, atau Junsu mengejar Changmin dengan sapu di tangan. Mereka sangat akur bukan????? Yoochun hanya tertawa melihat tingkah mereka. Sesekali Yoochun memperhatikan Junsu. Yah, Yoochun menaruh hati pada Junsu. Yoochun tahu dia laki-laki dan Junsu juga laki-laki tapi namanya cinta terserah mw hinggap dimana ajha. Kelihatannya Junsu juga begitu, walaupun Junsu agak jual mahal (sok normal). Hanya Changmin yang benar-benar masih bayi di rumah itu.

End Normal POV

”Hah, capek sekali. Changmin sialan, banyak sekali pesanannya. Kalau bukan adiknya Chunnie, tak sudi aku melakukan ini. Kenapa Jae hyung bisa tahan melakukan ini setiap minggu” Junsu ngomong sendiri dan duduk di ruang tamu.
”Ada apa Su~i? Kau sudah pulang rupanya. Kenapa ngomong sendiri? Apa kau sakit?” tiba-tiba Yoochun datang, memegang dahi Junsu. Seketika itu wajah Junsu terasa panas dan memerah. Malu.
(Grogi)”Ehm..hm..ti..tidak Chunnie. Ak...aku hanya kepanasan.”
”Benarkah? Wajahmu memerah.” Yoochun mengerutkan dahi.
Dia malu rupanya. Ah, Su~i kau manis sekali” kata Yoochun dalam hati
”Ak..aku ke dapur dulu.” Junsu terburu-buru dan tidak sengaja menabrak meja (saking gugupnya).

”Kyaaaaaaa”.....gubrak.

Belanjaan Junsu berhamburan di lantai. Lebih parahnya lagi, Junsu jatuh di atas tubuh Yoochun. Mereka berdua terdiam. Wajah Junsu bertambah merah.

Beberapa detik kemudian.....
”Ah...mian...mian...Chunnie.” Junsu hendak bangun tetapi tangan Yoochun menahan tubuh Junsu agar tetap berada dipelukannya.
”1 menit. Hanya 1 menit. Biarkan seperti ini Su~i.” Yoochun berbisik
”Chunnie.........”

1 menit

3 menit

5 menit

Tiba-tiba suara yang tidak diinginkan membuyarkan suasana indah itu
”Hyung berdua sedang apa? Kenapa kalian tidur dilantai? Kalau ngantuk tidur aja di kamar (A/n: Changmin, please deh!!!).” Changmin tanpa dosa mengambil satu snack di lantai dan pergi begitu saja. Meninggalkan dua orang itu melongo tak percaya dengan kepolosan Changmin.

Junsu tersadar,”Chunnie, tolong lepaskan tanganmu. Aku harus ke dapur”
”Oh, maaf Su~i.” Yoochun melepaskan pelukannya dan membantu mengambil belanjaan yang berserakan di lantai.
Junsu menuju ke dapur dengan wajah yang masih memerah. Sementara itu Yoochun duduk di ruang tengah, ikut melihat tv bersama Changmin. Changmin memperhatikan hyungnya yang senyum-senyum sendiri tanpa sebab.

”Hyung kau tidak apa2?. Kelihatannya kau senang sekali. Apa tidur di lantai membuat otak hyung jadi error?”
”Mwo? Annio....Eh, apakah Jae hyung sudah sadar?” Yoochun mengalihkan pembicaraan.
”Tidak tahu. Aku rasa belum karena Yunho hyung belum keluar. Hyung....apa hyung tidak sadar sejak tadi malam, setelah Yunho hyung pamit pergi ke rumah Heechul hyung, Jae hyung jadi aneh. Dia jadi marah-marah. Biasanya kan sikapnya lembut dan manis”
”Benarkah? Aku tidak tahu Min. Mungkin hyung sedang ada masalah.” Yoochun menghela nafas lalu berteriak.
”Su~i bisakah kau ambilkan aku air, aku haus?”
”Ne...Chunnie” Tidak lama kemudian Junsu datang membawa segelas air.
”Gomawo.” Junsu hanya mengangguk dan tersenyum.

”Sejak kapan hyung berdua saling memanggil dengan panggilan Chunnie dan Su~i?”
Glek!Uhuk..uhuk..kk...Yoochun tersedak mendengar pertanyaan adiknya itu. Junsu hanya diam tak bisa berkata-kata.
”Memangnya tidak boleh? Yunho hyung dan Jae hyung saja memanggil Yunnie dan Joongie. Kau sendiri kan kami panggil Minnie.” Yoochun membela diri untuk menutupi kegugupannya di depan Changmin dan Junsu.
”Tentu saja boleh. Aku kan hanya bertanya. Kenapa kalian berdua gugup seperti itu? Huh, dasar aneh seperti orang jatuh cinta saja.”

Blushhh....

Kata-kata terakhir Changmin sukses membuat pipi mereka berdua memerah. Junsu menunduk tidak berani menatap Yoochun, begitupun sebaliknya.


Sementara itu di kamar Jaejoong............................................

Jaejoong membuka matanya. Kepalanya terasa sakit. Ia merasakan ada sesuatu di atas perutnya. Jaejoong menoleh. Betapa kagetnya ia saat mengetahui Yunho sedang tidur di sampingnya sambil memeluk Jaejoong. Tangan Yunho melingkar di atas perut Jaejoong. Jaejoong tersipu malu dan gugup sampai tidak bisa bergerak. Pipi mulusnya memerah. Tiba-tiba Jaejoong ingat dengan insiden kecoa itu. Refleks ia memiringkan tubuhnya dan menyembunyikan wajahnya di dada Yunho (A/n: cie...cie..). Yunho terbangun merasakan gerakan di dadanya. Yunho mendapati Jaejoong tengah menyusupkan wajahnya di dada bidangnya itu. Yunho tersenyum dan semakin mengencangkan pelukannya.
”Teruslah seperti ini Jae.” Yunho bergumam lirih

Jaejoong merasakan tubuhnya semakin menempel pada Yunho. Ia mendongakkan kepalanya dan mendapati wajah super tampan Yunho tengah menatapnya. Wajahnya terasa panas. Sudah bisa dipastikan kulit putihnya berubah semerah tomat.
”Yun..Yunnie..ak...akku...”
Belum selesei JJ berkata Yunho memotong,”Husstt...diamlah Jae.” Jaejoong menuruti kata-kata Yunho. Mata elang Yunho menatap mata besar milik Jaejoong. Timbul rasa di hati Yunho yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu.
Sedikit demi sedikit Yunho mendekatkan wajahnya. Jaejoong tak bisa bergerak. Ada medan magnet yang menahan wajahnya untuk tidak menjauh. Dekat..dekat..semakin dekat...5 cm...1 cm...dan...

CUP....

Yunho sukses mengecup bibir cherry itu tanpa perlawanan. Jaejoong membelalakkan matanya tak percaya apa yang sedang ia rasakan. Lama-kelamaan Jaejoong menutup matanya. Perlahan kecupan itu menjadi sebuah ciuman. Yunho merasakan manisnya bibir Jaejoong dan tak ingin mengakhiri rasa manis itu. Dan lagi-lagi suara orang yang tidak diinginkan menghancurkan ”kegiatan” itu...........

Brakkkkk.....

Terdengar pintu kamar di buka,”Hyuuuuuunnnnnnnngggggg.....apa Jae hyung sud.....”????????? tanpa permisi Changmin nyelonong masuk dan tanpa sengaja melihat ”hal” itu. Changmin melongo sambil meloading apa itu.

YunJae kaget. Refleks mereka melepaskan diri masing2. Yunho bangun dari tempat tidur sedangkan Jaejoong syok melihat Changmin.
”Ehmmm...Min, Joongie sudah sadar.” Yunho berusaha bersikap biasa.
Tidak ada respon dari Changmin. Dia masih diam saja, mematung tak berkedip  pula.
”Min...kau tidak apa2?” Yunho menggerak-gerakkan tangannya di depan mata Changmin. Sementara itu Jaejoong gugup. Keringat dingin membasahi wajahnya.
Changmin mulai bangun dari alam bawah sadarnya
”Hyung...apa itu tadi? Apa aku bermimpi?” Changmin bertanya kepada Yunho. Kemudian berjalan keluar dengan wajah yang kebingungan.

”Yun....”
Yunho menoleh ke arah Jaejoong. Perlahan ia mendekati Jaejoong.
”Hmm....”

”Kenapa kau lakukan itu?” Jaejoong menunduk.

Yunho terdiam mendengar pertanyaan Jaejoong. Yunho tersenyum.
”Aku tidak tahu.” jawab Yunho enteng

”YAH! Jung Yunho, jangan permainkan aku.” Jaejoong mengerucutkan bibirnya. Ia merasa Yunho telah mempermainkan dirinya.

”Jae...” Yunho mendekatkan wajahnya ke wajah Jaejoong.
”Ma...mau apa kau?” kata Jaejoong gugup
”Aku....aku...(CUP)...saranghae.” Yunho mengecup bibir Jaejoong dan pergi begitu saja tanpa memperdulikan JJ yang diam tak bergerak.

1 menit kemudian. Jaejoong tersadar. Ia meraba-raba bibirnya.

”Yunho menciumku lagi. Dia tadi mengatakan apa ya? Hah!!!! Benarkah Yunho menyatakan cintanya padaku? Kyaaaaaaaaaaaaaaaa....(A/n: JJ guling-guling di kasur). Tapi...bukankah Yunho dan Chullie....?????”

*Flashback*

Di taman belakang Cassie Senior High School.

“ Chullie~ah….ada apa?”
“Yun, kemarilah!” Heechul duduk di bawah pohon.
Ada apa? Kenapa kau menyuruhku kemari? Kita kan sekelas. Seperti orang pacaran saja.”
Plakkk! Heechul memukul pelan kepala Yunho.”Pacaran kepalamu. Kau pikir aku menyukaimu. Cieh…kau bukan tipeku tau.”
”He..he...he...terus kenapa kau menyuruhku  kemari? Nanti orang-orang yang melihat kita salah paham.” Yunho duduk di samping Heechul
”Biarkan saja. Kau takut ya Jaejoong melihat kita?” Heechul mengedipkan matanya dibarengi dengan seringai menggoda.

Yunho tersipu.”Aish! Kau jangan mulai Chullie. Ku hajar kau nanti.” Yunho melotot
”He...he...Ah, sudahlah. Ayo nanti malam kita bertanding. Kemarin aku baru membeli kaset game baru. Aku juga mengundang Yesung dan Donghae. Gimana?” Heechul antusias.
”Ehm...baiklah. Akan kupastikan akulah pemenangnya. Ha..ha...ha...” Yunho tertawa bangga.
“Yeee…kau jangan bangga dulu.”

Tiba-tiba angin berhembus. Wuuussssss............

”Aduh, mataku.” mata Heechul refleks mengucek matanya.
“Ada apa?” tanya Yunho
”Mataku kemasukan debu.”
“Hei, jangan dikucek. Sini aku tiup.” Yunho meraih kepala Heechul. Ia mendekatkan wajahnya dan meniup mata Heechul.

Ketika Yunho sibuk meniup mata Heechul, Jaejoong lewat. Saat itu sudut pandang Jaejoong adalah di belakang Yunho agak ke samping sedikit. Yang terlihat adalah punggung dan kepala Yunho bagian belakang serta sedikit wajah Heechul yang dipegang oleh Yunho. Ia menyangka Yunho dan Heechul sedang berciuman. Melihat hal itu, Jaejoong berlari sambil menangis. Hatinya terasa perih dan sakitttttttt sekali.

*End of Flashback*

Jaejoong masih berkutat dengan pikirannya. Kadang tertawa, kadang sedih, dan kadang tersipu. Ia tak menyadari sejak tadi ada beberapa orang yang diam-diam memperhatikannya di depan pintu yang sedikit terbuka.

”Apa kau tahu kenapa Jae hyung jadi seperti itu?” kata seseorang bersuara husky....
Seseorang menggeleng....”Entahlah.”


-TBC-

0 komentar:

Posting Komentar